Gugur, Bukan Berarti Kalah
Mumbai
Wahai
para pahlawan tanpa tanda jasa
Perjuanganmu tak kan pernah sirna
Mengalir seperti derasnya air
Bergelombang bagai ombak di laut
Pahlawanku
kau adalah nahkoda tangguh
Pengorbananmu terus bersikukuh
Inilah aliran sebuah perjuangan yang tiada henti
Menjadi, amal ibadah yang Menemanimu di alam sana
Darah
rela tumpah
Raga rela luka
Tusukan tiada tara
Nyawa pun rela melayang
Hanya untuk mempertahankan kemerdekaan
Hari
ini kami memandang
Wajah sang pahlawan pada bingkai yang terpajang
Nyekar bunga dan menunduk dengan bisikan doa
Dalam semat akan kenangan jasamu
Kini
menjadi penyesalan terpanjang
Banyak asa yang melayang
Akan masa silam penuh juang
Keringat berjatuhan bagai air hujan
Darah mengalir deras bagai ombak di lautan
Mirip butir safir
Dalam ruang temaram
10
November
Merajut banyak peristiwa
Perlawanan para penjajah terus menghujam
Tekad dan nekad begitu hebat
Serangan bukan menjadi penghentian
Karna kau tak ingin negaramu berganti kekuasaan
Pahlawanku
Tetesan air mata hari ini mengalir deras
Seperti derasnya aliran darahmu dulu
Kau rela berkorban demi cita-cita kemerdekaan
Demi tercipta negara yang tenang
Demi tercipta negara yang aman
Demi tercipta negara yang makmur
Demi tercipta negara yang sejahtera
Kau usir para penjajah culas
Wahai
pemuda
Kini air mata itu tiada lagi harus tertumpah
Walau deras, karena
Meneruskan perjuangan mereka yang telah berguguran
Menjadi saksi peradaban untuk perubahan
Hari
Pahlawan
Budi utomo melawan
Mengusir para Pecundang
Jenderal soedirman luncurkan strategi perang gerilya
Mengusik Belanda dan Jepang
Melewati lentera hutan yang panjang
Melewati sungai yang curam
Melewati danau yang dalam
Sakit bukan menjadi alasan
Berjuang demi kemerdekaan
Kini
tangisan tiada arti
Pembuktian adalah yang berarti
Menjunjung NKRI
Agar terus berjaya hingga akhir hayat nanti
Bondowoso,
10 November 2020.
Penulis
: Maulana Haris
Editor : Gufron
Ahmedabad
![]() |
Maulana Haris, Mahasiswa STAI At- Taqwa Bondowoso semester 3 (Foto :Tim Kreatif) |
Perjuanganmu tak kan pernah sirna
Mengalir seperti derasnya air
Bergelombang bagai ombak di laut
kau adalah nahkoda tangguh
Pengorbananmu terus bersikukuh
Inilah aliran sebuah perjuangan yang tiada henti
Menjadi, amal ibadah yang Menemanimu di alam sana
Raga rela luka
Tusukan tiada tara
Nyawa pun rela melayang
Hanya untuk mempertahankan kemerdekaan
Wajah sang pahlawan pada bingkai yang terpajang
Nyekar bunga dan menunduk dengan bisikan doa
Dalam semat akan kenangan jasamu
Banyak asa yang melayang
Akan masa silam penuh juang
Keringat berjatuhan bagai air hujan
Darah mengalir deras bagai ombak di lautan
Mirip butir safir
Dalam ruang temaram
Merajut banyak peristiwa
Perlawanan para penjajah terus menghujam
Tekad dan nekad begitu hebat
Serangan bukan menjadi penghentian
Karna kau tak ingin negaramu berganti kekuasaan
Tetesan air mata hari ini mengalir deras
Seperti derasnya aliran darahmu dulu
Kau rela berkorban demi cita-cita kemerdekaan
Demi tercipta negara yang tenang
Demi tercipta negara yang aman
Demi tercipta negara yang makmur
Demi tercipta negara yang sejahtera
Kau usir para penjajah culas
Kini air mata itu tiada lagi harus tertumpah
Walau deras, karena
Meneruskan perjuangan mereka yang telah berguguran
Menjadi saksi peradaban untuk perubahan
Budi utomo melawan
Mengusir para Pecundang
Jenderal soedirman luncurkan strategi perang gerilya
Mengusik Belanda dan Jepang
Melewati lentera hutan yang panjang
Melewati sungai yang curam
Melewati danau yang dalam
Sakit bukan menjadi alasan
Berjuang demi kemerdekaan
Pembuktian adalah yang berarti
Menjunjung NKRI
Agar terus berjaya hingga akhir hayat nanti
Editor : Gufron
Tags:
SENI BUDAYA